Program
Sekolah Sahabat Sungai Warnai Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Perum Jasa
Tirta I
Malang,
23 Juli 2026 – Peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Sub
Divisi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perum Jasa Tirta I (PJT I)
bekerja sama dengan Lazismu Kota Malang tidak hanya menjadi momentum penyerahan
bantuan pendidikan bagi siswa-siswi berprestasi, tetapi juga menjadi sarana
edukasi lingkungan bagi generasi muda melalui Program Sekolah Sahabat Sungai (3S)
yang disampaikan oleh Jaring-Jaring Komunikasi Pemantauan Kualitas Air (JKPKA).
Kegiatan
yang berlangsung di Aula Perum Jasa Tirta I tersebut diikuti oleh siswa-siswi,
guru, dan kepala sekolah dari 21 sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kota
Malang. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Divisi Tanggung Jawab Sosial dan
Lingkungan Perum Jasa Tirta I Bapak
Sutiyantono, Ketua Lazismu Kota Malang Bapak Rahmad Rudiyanto, Ketua Majelis
Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah Kota Malang Bapak Zainullah, serta
para tamu undangan lainnya.
Pada
kesempatan tersebut, Ketua JKPKA Pusat, Istri Setyowati, M.Pd., hadir sebagai
narasumber untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian
sungai sebagai sumber kehidupan. Materi yang disampaikan mengangkat peran
sungai dalam memenuhi kebutuhan manusia, menjaga keseimbangan ekosistem, serta
mendukung keberlanjutan pembangunan.
Dalam
pemaparannya, Istri Setyowati menjelaskan bahwa sungai merupakan bagian penting
dari siklus kehidupan yang harus dijaga bersama. Namun, berbagai permasalahan
seperti pencemaran sampah, limbah rumah tangga, sedimentasi, dan berkurangnya
daerah resapan air telah memberikan tekanan terhadap kualitas lingkungan
sungai.
“Air yang
kita gunakan setiap hari sebagian besar berasal dari sungai. Karena itu,
menjaga sungai berarti menjaga kehidupan. Anak-anak perlu memahami bahwa
tindakan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menghemat
penggunaan air merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian sungai,”
jelasnya di hadapan para peserta.
Melalui
sesi edukasi tersebut, peserta diperkenalkan dengan Program Sekolah Sahabat
Sungai (3S), sebuah program kolaboratif yang dikembangkan JKPKA bersama Perum
Jasa Tirta I untuk menumbuhkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan perairan.
Program ini mendorong sekolah untuk berperan aktif dalam pemantauan kualitas
air, kegiatan konservasi, pengelolaan sampah, serta berbagai aksi nyata
pelestarian sungai.
Peserta tampak antusias mengikuti materi yang
disampaikan. Melalui berbagai contoh permasalahan lingkungan yang dekat dengan
kehidupan sehari-hari, siswa diajak memahami hubungan antara aktivitas manusia
dengan kondisi sungai. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada berbagai
kegiatan JKPKA yang selama ini melibatkan sekolah dalam pemantauan kualitas air
dan kampanye pelestarian lingkungan.
Kegiatan edukasi sungai ini sejalan dengan semangat Hari
Anak Nasional yang mendorong terwujudnya generasi yang cerdas, peduli, dan
bertanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui pemahaman yang baik tentang
pentingnya sumber daya air, diharapkan para siswa dapat menjadi agen perubahan
yang mampu mengajak keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk lebih peduli
terhadap kelestarian sungai.
Selain edukasi lingkungan, pada kesempatan yang sama PJT
I bersama Lazismu Kota Malang juga menyerahkan bantuan pendidikan kepada
siswa-siswi dari 21 sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kota Malang. Bantuan
tersebut diharapkan dapat mendukung semangat belajar peserta didik dalam meraih
prestasi dan mewujudkan cita-cita mereka.
Kolaborasi antara Perum Jasa Tirta I, Lazismu Kota
Malang, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah Kota Malang, serta
JKPKA menunjukkan bahwa pendidikan dan pelestarian lingkungan dapat berjalan
beriringan dalam membentuk generasi masa depan yang unggul dan berkarakter.
Melalui Program Sekolah Sahabat Sungai, JKPKA terus
berkomitmen mengajak generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan menjaga
sungai sebagai sumber kehidupan, demi terwujudnya lingkungan yang sehat dan
berkelanjutan bagi hari ini dan masa depan.
