0857000000001
mrjkpka@jkpka.id
Jl. Bromo No. 16, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119 Indonesia
JKPKA Melakukan Pendampingan Kokurikuler di MA Sains Tebuireng Putri Jombang

Jombang – Komitmen dalam mendukung pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan terus diwujudkan oleh JKPKA melalui kegiatan pendampingan kokurikuler di MA Sains Tebuireng Putri Jombang. Kegiatan ini dilaksanakan pada 28 April 2026 sebagai bagian dari upaya penguatan pembelajaran mendalam yang terintegrasi lintas disiplin ilmu

dengan tema pembelajaran “Sungaiku Inspirasi Belajarku.”

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan Kepala MA Sains Tebuireng Putri Jombang, Bapak Rofiq, yang menekankan pentingnya pembelajaran kontekstual sebagai sarana membangun kesadaran peserta didik terhadap lingkungan, khususnya ekosistem sungai. Ia menyampaikan bahwa sungai dapat menjadi sumber belajar yang kaya untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kepedulian ekologis siswa.

Selanjutnya, tim JKPKA yang terdiri dari Istri Setyowati selaku Ketua JKPKA dan Iqbal Bilgrami selaku Sekretaris JKPKA menyampaikan materi terkait pemantauan kualitas air sungai dengan pendekatan multidisipliner yang mengintegrasikan aspek biologi, kimia, dan fisika. Pada aspek biologi, siswa  dikenalkan pada metode bioassessment melalui pengamatan organisme air yaitu keberadaan  hewan makroinvertebarta sebagai indikator kualitas air . Dari aspek kimia, siswa dikenalkan mengukur  kualitas air  menggunakan alat senderhana ‘paper test”  untuk mengukur pH dan kandungan ion-ion logam, sedangkan pada aspek fisika, siswa dikenalkan pengukuran suhu, kekeruhan dan kecepatan air sungai dengan menggukan alat sederhana.

          Tidak hanya penyampaian materi, tim JKPKA juga memberikan pendampingan langsung kepada siswa dalam kegiatan pemantauan kualitas air sungai yang berada di sekitar lingkungan pondok. Siswa  terlibat aktif dalam proses pengamatan, pengambilan data, hingga analisis sederhana terhadap kondisi sungai di lapangan. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi hasil pemantauan, sehingga siswa mampu menginterpretasikan data secara ilmiah. Untuk mendorong keterlibatan aktif, pembelajaran diawali dengan pertanyaan-pertanyaan pematik yang menantang siswa berpikir kritis, seperti peran pelajar dalam menjaga kesehatan sungai, dampak pencemaran terhadap kehidupan sehari-hari, serta upaya mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

 

Dari Hasil presetasi 4 kelompok diperoleh  kesimpulan dari indikator biologi dengan indek IKA rata-rata 5,1 – 5,5  kualitas air kategori sedang. Dari hasil  pengukuran pH rata-rata 6.5 -7 dan mengandung ion besi  yang diduga dari limbah industri aluminium  dengan kadar  lebih dari 3 mg. Dari pengukuran ini air sungai tersebut berdasarkan baku mutu air dapat dikategorikan air kelas VI yang hanya dapat digunakan untuk pertanian, Untuk indicator fisika dari warna air sungai coklat, kecepatan arus nya cukup, kekeruhan kategori juga cukup keruh.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga didorong untuk menghasilkan solusi nyata yang aplikatif dan berkelanjutan, seperti pembuatan alat penyaring air sederhana, sistem monitoring kualitas air, hingga kampanye berbasis data lingkungan. 
        Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pembelajaran mendalam yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu sekaligus membentuk karakter peduli lingkungan. Dengan menjadikan sungai sebagai sumber belajar, peserta didik diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan.