Malang — Jaring-Jaring Komunikasi Pemantauan Kualitas Air
(JKPKA) bersama Perum Jasa Tirta I Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam
mendukung pelestarian lingkungan melalui dunia pendidikan dengan menggelar
workshop bertajuk “Berbagi Praktik Baik Pembelajaran Mendalam pada Program
Sekolah Sahabat Sungai dan Penulisan Artikel Ilmiah Berbantuan Artificial
Intelligence (AI)”. Kegiatan ini mengusung tema Penguatan Peran JKPKA
dalam Pelestarian Sungai melalui Program Sekolah Sahabat Sungai (3S) dan
Penulisan Artikel Ilmiah Guru.
Workshop dilaksanakan selama dua hari, Jumat–Sabtu, 24–25
April 2026, bertempat di Taman Wisata Selorejo. Kegiatan ini secara resmi
dilaksanakan oleh JKPKA berkolaborasi dengan Perum Jasa Tirta I Malang sebagai
bentuk sinergi antara pengelola sumber daya air dan dunia pendidikan. Sebanyak
60 guru SMA dan SMK dari berbagai wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS), meliputi
Brantas Hulu, Brantas Tengah, Hilir Surabaya, Hilir Jombang-Mojokerto, Bengawan
Solo Madiun, hingga Jatrunseluna Semarang turut ambil bagian dalam kegiatan
ini.
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Sub-Divisi
Komunikasi Korporat dan Umum PJT I, Ibu Yulia Puspitaningroem, S.E. Dalam
sambutannya, beliau menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan
dan pengelola sumber daya air dalam menjaga keberlanjutan sungai. Sambutan juga
disampaikan oleh Pembina JKPKA, Bapak Drs. Soetarno, M.Si., serta Ketua JKPKA,
Ibu Istri Setyowati, M.Pd., yang menekankan peran strategis guru sebagai agen
perubahan dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dini.
Kegiatan
workshop diisi oleh narasumber kompeten di bidangnya. Prof. Budi Handoyo dari
Universitas Negeri Malang memaparkan materi mengenai penerapan pembelajaran
mendalam dalam Program Sekolah Sahabat Sungai (3S). Sementara itu, Assoc. Prof.
Ir. Galih Wasis Wicakso, S.Kom., M.Cs. dari Universitas Muhammadiyah Malang menyampaikan
materi terkait penyusunan perangkat pembelajaran dan penulisan artikel ilmiah
berbantuan Artificial Intelligence (AI), yang menjadi inovasi penting dalam
mendukung profesionalisme guru di era digital.
` Tidak hanya menerima materi, para
peserta juga terlibat aktif dalam sesi berbagi praktik baik. Bapak/Ibu guru
dari berbagai wilayah mempresentasikan pengalaman nyata mereka dalam mengimplementasikan
program Sekolah Sahabat Sungai (3S) di sekolah masing-masing, mulai dari
kegiatan monitoring kualitas air sederhana, proyek berbasis lingkungan, hingga
integrasi isu pelestarian sungai dalam pembelajaran lintas mata pelajaran. Sesi
ini menjadi ruang inspiratif untuk saling belajar, bertukar ide, serta
memperkaya strategi pembelajaran yang kontekstual dan berdampak.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan.
Para guru aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta menggali strategi
implementasi yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing. Workshop ini tidak
hanya menambah wawasan, tetapi juga memberikan keterampilan praktis yang
relevan dengan tantangan pembelajaran saat ini.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat peran
JKPKA melalui sinergi bersama Perum Jasa Tirta I Malang dengan guru dalam upaya pelestarian sungai. Melalui
pendekatan pembelajaran mendalam, pemanfaatan teknologi AI, serta berbagi
praktik baik antar guru, diharapkan tercipta ekosistem pembelajaran yang
inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Program Sekolah Sahabat Sungai (3S) diharapkan semakin dapat
berjalan sesuai yang direnacanakan dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan
khususnya sungai. Selain
itu, guru diharapkan semakin produktif dalam menghasilkan karya ilmiah berbasis
praktik pembelajaran di kelas. Dengan demikian, kontribusi dunia pendidikan
dalam menjaga kualitas lingkungan, khususnya sungai, dapat semakin nyata dan
berdampak luas bagi masyarakat.
