Malang,
23 Mei 2026 — Jaring-Jaring Komunikasi Pemantauan Kualitas Air (JKPKA) bekerja
sama dengan Perum Jasa Tirta I sukses menyelenggarakan
kegiatan “Workshop Program Sekolah Sahabat Sungai di Tingkat SMA dan Pengenalan
Pemantauan Kualitas Air di Tingkat SMP” pada Sabtu, 23 Mei 2026
bertempat di SMP Negeri 10 Malang. Mengusung tema “Penguatan Peran JKPKA dalam
Pelestarian Sungai melalui Program Sekolah Sahabat Sungai.” kegiatan
ini menjadi wadah edukasi dan kolaborasi bagi guru serta siswa dalam
meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian sungai dan kualitas air. Workshop
diikuti oleh 40 sekolah dari Kota dan Kabupaten Malang yang belum pernah
mengikuti kegiatan JKPKA, terdiri atas 7 SMA/SMK dan 33 SMP, dengan
masing-masing sekolah mengirimkan satu guru dan satu siswa sebagai delegasi. Pengenalan pemantauan
kualitas air dan pendidikan peduli sungai pada kegiatan ini lebih difokuskan pada penguatan kesadaran lingkungan sejak usia
dini sehingga keterlibatan sekolah tingkat SMP diperluas sebagai langkah
pembinaan awal generasi peduli lingkungan.
Kegiatan
dibuka secara resmi oleh Pembina JKPKA, Sutriyat, S.Pd.. Dalam sambutannya,
beliau menyampaikan pentingnya membangun budaya peduli lingkungan sejak dini
melalui pendidikan dan kolaborasi antarsekolah. Menurutnya, sekolah memiliki
peran strategis dalam menciptakan generasi yang tidak hanya unggul secara
akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan lingkungan
hidup.
Materi utama disampaikan oleh Ketua JKPKA, Istri Setyowati, M.Pd. dan Iqbal
Bilgrami, S.Pd yang memaparkan tentang konsep Program Sekolah Sahabat Sungai,
pentingnya pemantauan kualitas air, serta peran aktif peserta didik dalam
menjaga ekosistem sungai. Dalam pemaparannya, peserta dikenalkan pada berbagai
indikator pemantauan kualitas air baik secara Fisika, Biologi, Kimia, dan
Geografi serta bagaimana sekolah dapat mengintegrasikan pendidikan lingkungan
dalam kegiatan pembelajaran maupun projek sekolah.
Sebagai bagian dari implementasi materi workshop, para
peserta juga melakukan praktik langsung pemantauan kualitas air di aliran Anak Sungai
Amprong yang berada di depan SMP Negeri 10 Malang dan SMAN 6 Malang. Kegiatan
praktik lapangan ini bertujuan memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam
melakukan pengamatan kualitas air sungai menggunakan metode dan indikator
secara Fisika, Biologi, Kimia, dan Geografi yang telah diberikan oleh pemateri
workshop. Setelah proses pemantauan selesai, masing-masing kelompok berdiskusi
menganalisis data dan beragantian mempresentasikan data dan hasil analisis
mereka di hadapan peserta lain dan narasumber.
Dari hasil pemantuan untuk analisis
fisika antara lain dibebarapa titik ditemukan cukup banyak sampah domestik baik terbawa aliran air sungai, warna air
coklat, suhu rata-rata 26 -28 oC tergolong cukup tinggi, kecepatan
air 0.32 -0.42 m/s tergolong lambat. Hasil analisis kimia dari pengukuran pH
rata-rata 6,5-7,7 masih pada rentang standar baku mutu air, dibeberapa titik
positif mengandung logam berat seperti
Pb, Cu, Fe dan Cr dengang rata -rata antara
0.3 – 5 mg/L, tingkat kesadahan 250 -500 mg/L dan alkalinitasnya rata -rata 40 mg/L. Dari
analisis fisika dan kimia aliran air anak sungai Amprong yang berada
di depan SMP Negeri 10 Malang dan SMAN 6 Malang dengan adanya logam-logam berat
sudah masuk kategori tercemar, meski demikian air sungainya masih dapat
digunakan untuk kebutuhan pertanian dan peternakan,
Sedangkan
secara biologi biota air didominasi organisme yang tahan terhadap pencemaran
seperti siput, kepiting sungai, cacing bersegmen, kijing, nimfa dengan indeks
kualitas air sebesar rata 3,5 – 4,1
dengan kategori kotor. Temuan tersebut menjadi bahan refleksi bersama
mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai serta meningkatkan kepedulian
masyarakat terhadap pencemaran lingkungan perairan.
“Melalui workshop ini saya jadi lebih memahami kondisi
sungai di sekitar sekolah dan pentingnya menjaga kualitas air. Kegiatan praktik
lapangan membuat kami lebih sadar bahwa menjaga sungai bukan hanya tugas
pemerintah, tetapi juga tanggung jawab pelajar dan masyarakat, serta kegiatan
ini sangat menarik karena kami belajar secara langsung tentang cara memantau
kualitas air sungai menggunakan indikator fisika, biologi, kimia, dan geografi.
Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut di sekolah-sekolah,” ungkapnya.
ujar salah satu peserta dari tingkat SMP.
Kegiatan workshop ditutup oleh Kepala Sub-Divisi
Komunikasi Korporat dan Umum Perum Jasa Tirta I, Yulia Puspitaningroem, S.E..
Dalam penutupan tersebut, beliau memaparkan sekilas peran Perum Jasa Tirta I dalam pengelolaan
sumber daya air dan menyampaikan apresiasi atas semangat dan partisipasi para
peserta serta berharap kegiatan ini dapat menjadi awal penguatan sinergi antara
sekolah,dan instansi dalam menjaga kualitas lingkungan perairan.
Sebagai tindak lanjut, sekolah peserta diharapkan
mampu mengimplementasikan Program Sekolah Sahabat Sungai melalui kegiatan
pemantauan kualitas air, aksi peduli lingkungan, serta penguatan pendidikan
lingkungan hidup di sekolah masing-masing. JKPKA bersama Perum Jasa Tirta I
juga akan terus melakukan pendampingan dan kolaborasi berkelanjutan guna
mendukung pelestarian sungai di Malang Raya.
