0857000000001
mrjkpka@jkpka.id
Jl. Bromo No. 16, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119 Indonesia
JKPKA dan Perum Jasa Tirta I Gelar Workshop Sekolah Sahabat Sungai untuk SMA/SMK dan Pengenalan JKPKA di Tingkat SMP se-Malang Raya

Malang, 23 Mei 2026 — Jaring-Jaring Komunikasi Pemantauan Kualitas Air (JKPKA) bekerja sama dengan Perum Jasa Tirta I  sukses menyelenggarakan kegiatan “Workshop Program Sekolah Sahabat Sungai di Tingkat SMA dan Pengenalan Pemantauan Kualitas Air di Tingkat SMP” pada Sabtu, 23 Mei 2026 bertempat di SMP Negeri 10 Malang.   Mengusung tema “Penguatan Peran JKPKA dalam Pelestarian Sungai melalui Program Sekolah Sahabat Sungai.” kegiatan ini menjadi wadah edukasi dan kolaborasi bagi guru serta siswa dalam meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian sungai dan kualitas air. Workshop diikuti oleh 40 sekolah dari Kota dan Kabupaten Malang yang belum pernah mengikuti kegiatan JKPKA, terdiri atas 7 SMA/SMK dan 33 SMP, dengan masing-masing sekolah mengirimkan satu guru dan satu siswa sebagai delegasi. Pengenalan pemantauan kualitas air dan pendidikan peduli sungai pada kegiatan ini lebih difokuskan  pada penguatan kesadaran lingkungan sejak usia dini sehingga keterlibatan sekolah tingkat SMP diperluas sebagai langkah pembinaan awal generasi peduli lingkungan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pembina JKPKA, Sutriyat, S.Pd.. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya membangun budaya peduli lingkungan sejak dini melalui pendidikan dan kolaborasi antarsekolah. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam menciptakan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan lingkungan hidup.

Materi utama disampaikan oleh  Ketua JKPKA, Istri Setyowati, M.Pd. dan Iqbal Bilgrami, S.Pd yang memaparkan tentang konsep Program Sekolah Sahabat Sungai, pentingnya pemantauan kualitas air, serta peran aktif peserta didik dalam menjaga ekosistem sungai. Dalam pemaparannya, peserta dikenalkan pada berbagai indikator pemantauan kualitas air baik secara Fisika, Biologi, Kimia, dan Geografi serta bagaimana sekolah dapat mengintegrasikan pendidikan lingkungan dalam kegiatan pembelajaran maupun projek sekolah.

Sebagai bagian dari implementasi materi workshop, para peserta juga melakukan praktik langsung pemantauan kualitas air di aliran Anak Sungai Amprong yang berada di depan SMP Negeri 10 Malang dan SMAN 6 Malang. Kegiatan praktik lapangan ini bertujuan memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam melakukan pengamatan kualitas air sungai menggunakan metode dan indikator secara Fisika, Biologi, Kimia, dan Geografi yang telah diberikan oleh pemateri workshop. Setelah proses pemantauan selesai, masing-masing kelompok berdiskusi menganalisis data dan beragantian mempresentasikan data dan hasil analisis mereka di hadapan peserta lain dan narasumber.

            Dari hasil pemantuan untuk analisis fisika antara lain dibebarapa titik ditemukan cukup banyak sampah domestik  baik terbawa aliran air sungai, warna air coklat, suhu rata-rata 26 -28 oC tergolong cukup tinggi, kecepatan air 0.32 -0.42 m/s tergolong lambat. Hasil analisis kimia dari pengukuran pH rata-rata 6,5-7,7 masih pada rentang standar baku mutu air, dibeberapa titik positif  mengandung logam berat seperti Pb, Cu, Fe dan Cr dengang rata -rata antara  0.3 – 5 mg/L, tingkat kesadahan 250 -500 mg/L  dan alkalinitasnya rata -rata 40 mg/L. Dari analisis fisika dan kimia aliran air anak sungai Amprong yang berada di depan SMP Negeri 10 Malang dan SMAN 6 Malang dengan adanya logam-logam berat sudah masuk kategori tercemar, meski demikian air sungainya masih dapat digunakan untuk kebutuhan pertanian dan peternakan,

Sedangkan secara biologi biota air didominasi organisme yang tahan terhadap pencemaran seperti siput, kepiting sungai, cacing bersegmen, kijing, nimfa dengan indeks kualitas air sebesar  rata 3,5 – 4,1 dengan kategori  kotor.  Temuan tersebut menjadi bahan refleksi bersama mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pencemaran lingkungan perairan.

“Melalui workshop ini saya jadi lebih memahami kondisi sungai di sekitar sekolah dan pentingnya menjaga kualitas air. Kegiatan praktik lapangan membuat kami lebih sadar bahwa menjaga sungai bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab pelajar dan masyarakat, serta kegiatan ini sangat menarik karena kami belajar secara langsung tentang cara memantau kualitas air sungai menggunakan indikator fisika, biologi, kimia, dan geografi. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut di sekolah-sekolah,” ungkapnya. ujar salah satu peserta dari tingkat SMP.

Kegiatan workshop ditutup oleh Kepala Sub-Divisi Komunikasi Korporat dan Umum Perum Jasa Tirta I, Yulia Puspitaningroem, S.E.. Dalam penutupan tersebut, beliau memaparkan sekilas  peran Perum Jasa Tirta I dalam pengelolaan sumber daya air dan menyampaikan apresiasi atas semangat dan partisipasi para peserta serta berharap kegiatan ini dapat menjadi awal penguatan sinergi antara sekolah,dan instansi dalam menjaga kualitas lingkungan perairan.Bottom of Form

Sebagai tindak lanjut, sekolah peserta diharapkan mampu mengimplementasikan Program Sekolah Sahabat Sungai melalui kegiatan pemantauan kualitas air, aksi peduli lingkungan, serta penguatan pendidikan lingkungan hidup di sekolah masing-masing. JKPKA bersama Perum Jasa Tirta I juga akan terus melakukan pendampingan dan kolaborasi berkelanjutan guna mendukung pelestarian sungai di Malang Raya.