0857000000001
mrjkpka@jkpka.id
Jl. Bromo No. 16, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119 Indonesia
Regenerasi Lanjutan JKPKA 2025: Membangun Agen Muda Peduli Sungai di Enam Wilayah Strategis

Kegiatan Regenerasi JKPKA 2025 dilaksanakan  mulai bulan Juli hingga Oktober 2025  di enam wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan membangun kepedulian siswa  terhadap lingkungan, melalui praktik pemantauan kualitas sungai dan penguatan peran sekolah sebagai agen konservasi. Sebanyak  124 sekolah yang berpartisasi, tersebar di enam wilayah sebagai berikut.

     Dari 124 Sekolah di 6 wilayah  tersebut  77  sekolah merupakan hasil regenerasi tahun 2024. Jadi pada regenarasi di tahu 2025 ini ada peningkatan jumlah agggota 47 sekolah atau  meningkat 36%. Pada kegiatan regenerasi ini peserta juga melakukan aksi nyata praktik pemantauan kualitas air Sungai sederhana yang dengan parameter fisika, kimia dan biologi. 

       

            Pemantauan di wilayah Hulu dilakukan di anak Sungai Amprong. Hasil pemantauan dengan  parameter fisika didaptkan kecepatan arus air rata-rata 0,36 m/s, suhu  rata-rata air 25C, air sungainya tidak berwarna, lahan sekitar bantaran digunakan untuk pemukiman, Untuk pengukuran parameter kimia menggunakan test strip untuk pH rata-rata terukur 6 termasuk asam, kandungan besi 3,3 mg/L, timbal 6,66 mg/L,  total alkaline 40 mg/L dan tingkat kesadahan cukup tinggi sebesar 666,6 mg/L . Hal ini disebabkan karena adanya bahan pencemar gray water (limbah rumah tangga) yang berasal dari pemukiman di sekitar aliran Sungai. Berdasarkan standar baku mutu air,  anak sungai Amprong airnya tidak layak untuk konsumsi. Parameter biologi hasil pemantauan ditemukan adanya cacing pipih, cacing bersegmen, siput tanpa pintu dan ketiping sungai. Jika dihitung dengan Indek Kualitas Air (IKA)  skor  rata-rata 2,87. Hasil dari pengukuran parameter fisik, kimia dan biologi   kualitas air  anak Sungai Amprong tergolong Kotor.

  

            Pemantauan di wilayah Hilir dilakukan di dua tempat yaitu di Sungai Brantas Kesamben Jombang dan dua sungai di Surabaya yaitu sungai Kalimas dan Sungai Paneleh. Hasil pengukuruan dengan parameter fisik Di sungai Brantas Kesamben Jombang untuk suhu air rata (30-32)°C, air berwarna coklat, tingkat kekeruhannya 37,5. Untuk indikator kimia dengan  paper strip  pH terukur 6.5-7.5,  didapati juga kadungan besi 0,3 mg/L, Cl 5 mg/L Br2 , F2  dan ion nitrat masing -masing 10 mg/L. Bahan-bahan kimia masuk kategori melebihi ambang batas tersebut kemungkinan bersumber dari limbah industri atau domestik yang dibuang di Sungai. Dari parameter biologi masih didapati kijing, cacing, larva nyamuk dan udang Sungai. Rata-rata kualitas air diukur dengan indek IKA skornya 5 kategori kualitas air  sedang.

            Sementara itu kondisi air sungai di Brantas Hilir Surabaya  dengan lokasi pantau di Kali mas dan Sungai Peneleh, sepintas secara fisik kali mas lebih baik dari sungai Peneleh tetapi setelah diukur dari parameter fisik warna , bau,  kekeruhan dan suhu pada Kalimas  dan sungai Peneleh tidak jauh berbeda. Untuk warna air keduanya coklat kehijuan, kekeruhan 45 cm dan 56 cm, suhu

air sungai pada siang hari rata-rata 31oC dan 32oC. Dari pengukuran parameter kimia pH air Kalimas cenderung asam rata-rata 6,2  sedangkan di sungai Peneleh cenderung basa 7,8 -8.4. Tingginya pH di sungai Peneleh disebabkan oleh buangan limbah detergen dari warga,air sungai nampak berbusa.

Sungai Peneleh dan Kalimas juga terdeteksi mengadung   Cl2 , Br2, I2, Cu dan Fe dengan kadungan melebihi ambang batas yaitu  Cl2  di sungai Peneleh (3 -5)mg/L  dan Kalimas 5 mg/L,  Br2 untuk kedua sungai  sama yaitu 5 mg/L, I2  Kalimas  20 mg/L di sungai Peneleh tidak terdeteksi, Cu di Peneleh (0,5-1)mg/L dan Kalimas 20 mg/L, Fe Kalimas (2,5 – 5)mg/L dan sungai Paneleh 0,5 mg/L.  Dari parameter biologi hewan-hewan makroinvertebra setelah dihitung dengan IKA  skor yang didapatkan di sungai Peneleh 4,2 dengan kateogei kotor, sedangkan di Kalimas 5  kategori sedang.  Jadi dari parameter fisik, kimia dan biologi  sungai Peneleh dan  kalimas kualitas air k masuk kotor.

            Berlaih ke di wilayah Bengawan Solo Madiun yaitu di sungai Catur. dari pengukuran parameter fisik  air sungainya jernih, kecepatan air rata-rata 1,42 m/dt, kekeruhan  rata-rata 50,61 cm kategori sedang dan suhu rata-rata 27,5 oC.

Pengukuran indikator kimia rata-rata pH 5,93 yang termasuk asam, ion nitrat 3,9 mg/L, ion karbonat 6,7 mg/L, besi 2,32 mg/L,  bromin 3,82 mg/L dan total alkaline 10 mg/L. Hasil picarian hewan makroinvertebrata ditemukan udang sungai, kepiting sungai, anggang-anggang, siput kolam, larva kumbang, lalat hitam, capung biasa, nimfa capung biasa, nimfa lalat, larva ulat air, nimfa plektotera, laba-laba air, nimfa lalat batu, siput berpintu, jentik nyamuk, kepik pejalan kaki, dan larva lalat jangkung. Setelah dihitung menggukan IKA dari ketiga kelompok diperoleh rata-rata skor 5,7. Jika dilihat dari parameter fisik, kimia dan biologi air sungai Catur kualitas airnya dalam kategori cukup baik.

Bergeser ke wilayah  Jawa Tengah yaitu Semarang di Sungai Garang, secara garis besar diperoleh data fisik untuk warna air coklat, rentang suhu air sungai sebesar 24°C-25°C; kecepatan 0,25-0,35 ; kekeruhan antara 45-50 cm.

 

Parameter kimia untuk pH 6-7; dengan  kandungan seperti klorin bebas (Cl2) sebesar 0,67-2,33mg/L, bromin (Br2) 1-2,3 mg/L, nitrat 10-41,5 mg/L  dan flouride 4-11 mg/L.

besi (Fe) 0,5-5 mg/L, tembaga (Cu) 0,2 -2,5 mg/L dan total alkali 40-80 mg/L. Kadungan bahan-bahan kimia tersebut Sebagian besar melebihi ambang batas baku mutu air bersih Permenkes no 2 tahun2023. Indeks Kualitas Air (IKA) dengan skor makroinvertebrata rata-rata  4,7.  Berdasarkan ketiga parameter tesebut air Sungai Garang kualitasnya termasuk kategori kotor.

            Masih diwilayah  Jawa Tengah dari Semarang beralih ke Salatiga yaitu di Kalibanteng Kutawinangun Kidul. Kegiatan di Salatiga, JKPKA dan PJT I  berkolaboirasi dengan komunitas  GANDURASA (Gerakan Peduli Air dan Sungai Salatiga)  sehingga peserta yang terlibat dalam kegiatan ini tidak hanya siswa dan guru pembimbing tetapi juga dari Masyarakat. Data hasil pemantauan dengan parameter fisik antar lain air sunginya tidk berwarna/jernin, rentang suhu air sungai sebesar 24°C-25°C; kecepatan 0,3-0,36; kekeruhan antara 36-110 cm. Untuk Parameter kimia pH 6,2-6,5; dengan kandungan mineral yang beragam seperti klorin bebas (Cl2), bromin (Br), besi (Fe), tembaga (Cu), timbal (Pb), nitrat, nitrit, flouride, karbonat dan total alkali beragam masih dibawah batas baku mutu air minum dan mandi. Pencaian hewan makroinvertebrata setelah dihitung mnggunakan Indeks Kualitas Air (IKA) menunjukkan  skor sebesar 6,2.

 Bersasarkan data fisik, kimia dan dan biologi  kualitas air sungai Kalibanteng Kotawinagung Kidul dalam kategori baik/barsih.

Dari ke enam wilayah, aksi nyata pematauan kualitas air dengan metode sederhana menggunakan parameter fisika, kimia dan biologi  yang dilakukan oleh siswa bersama guru pembimbing pada kegiatan regenerasi anggota JKPKA diperoleh informasi sungai yang kualitas airnya masuk kategori kotor yaitu anak Sungai Amprong Malang,  sungai Brantas Kesamben Jombang, Sungai Paneleh dan Kalimas Surabaya serta  Kali Garang Semarang.  Sungai Catur Madiun cukup bersih dan sungai Kali Banteng Salatiga kualitas airnya baik/bersih.