Salatiga – Sebagai upaya untuk edukasi kepada masyarakat, Perum Jasa Tirta (PJT) I bersama Jaring-Jaring Komunikasi Pemantauan Kualitas Air (JKPKA) hadir dalam acara Sosialisasi Pemantauan Kualitas Air Wilayah Sungai Jratunseluna di Salatiga. Acara yang diselenggarakan oleh Gerakan Peduli Air dan Sungai Salatiga (Gandarusa) dihadiri Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit dan Kepala Sub Divisi Divisi Pengusahaan WS Jratunseluna PJT I, Imam Buchori beserta Tim JKPKA. Seminar diselenggarakan di Mini Teater Bung Karno Jalan Sukowati, Salatiga dihadiri lebih dari 50 orang yang antusias memenuhi aula auditorium dari berbagai elemen masyarakat seperti Guru SMP dan SMA Salatiga, Pemerhati Lingkungan, Instansi Pemerintah, Warga sekitar aliran sungai dan para anggota Gandarusa.
Sebelum kegiatan dimulai, terdapat sambutan oleh Ketua DPRD Kabupaten Salatiga, Dance Ishak Palit yang menjelaskan, kondisi sumur atau sumber air di Salatiga yang merupakan wilayah pegunungan banyak berkurang. “Dari 75 sekarang 40 sudah banyak yang kering. Sedangkan PDAM harus mengambil air baku dari sungai-sungai yang dialiri (debitnya menurun). Jadi menjaga kelestarian sumber daya air ini sangat penting untuk dilakukan,” jelasnya.
Paparan pertama mengenai peran PJT I dalam pemantauan kualitas air di WS Jratunseluna yang disampaikan oleh Imam Buchori selaku Kepala Sub Divisi Divisi Pengusahaan WS Jratunseluna PJT I. Materi berikutnya disampaikan Soetarno Said, senior pembina JKPKA. Ia menyampaikan sekilas tentang JKPKA sebagai organisasi nirlaba penggiat lingkungan itu telah berdiri sejak 1997 atas inisiasi bersama dengan PJT I dan Universitas Negeri Malang (UM).
Sosialisasi dilanjutkan materi mengenai Pemantauan Kualitas Air dengan Metode Bioassessment, Fisika, dan Kimia Sederhana yang dipaparkan oleh Istri Setyowati selaku Koordinator Wilayah JKPKA mengenai Pemantauan Kualitas Air dengan Metode Bioassessment, Fisika, dan Kimia Sederhana. Dalam paparannya, Istri menjelaskan bagaimana mikrovertebrata, serta parameter fisika dan kimia digunakan untuk memonitor kualitas air. “Ketiga parameter ini digunakan untuk mengetahui kesehatan sungai dan digunakan oleh guru dan siswa anggota JKPKA,” jelasnya.
Paparan terakhir disampaikan Iqbal Bilgrami yang merupakan salah satu guru pembina JKPKA bertajuk “Pelestarian Sungai dengan Pemberdayaan Masyarakat”. Dalam paparannya ia menyampaikan tentang pentingnya peranan masyarakat dalam kegiatan pelestarian sungai baik secara individu, masyarakat, hingga keterlibatan guru dan siswa. “Keterlibatan semua pihak menjadi penting karena terkait dengan hal dimaksud dapat menginspirasi pihak-pihak lain agar mau terlibat dan ikut serta,” ungkapnya.
Kepala Divisi WS Sungai Jratunseluna PJT I, Didit Priambodo dikonfirmasi Selasa (10/12/2024) menyampaikan bahwa kegiatan dimaksud sebagai salah satu upaya PJT I untuk menjalankan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Harapannya semakin banyak pihak-pihak yang peduli untuk menjaga sumber daya air.
“Terima kasih kepada Gerakan Peduli Air dan Sungai Salatiga dan JKPKA yang telah memberikan informasi kepada seluruh pihak terkait. Semoga pengetahuan yang diperoleh dapat disebarluaskan kepada lebih banyak pihak,” harapnya.
Tim JKPKA berharap bahwa “kegiatan serupa seperti kolaborasi dengan berbagai komunitas lingkungan maupun keterlibatan masyarakat sekitar sungai dalam upaya merestorasi, melestarikandan pengelolaan sumber daya air dapat dilakukan lebih sering lagi dan berkelanjutan” ungkap Iqbal Bilgrami.
