Pelatihan
Pemantauan Kualitas Air Sungai bagi Siswa SMA Laboratorium UM dalam Rangka
Menuju Sekolah Sahabat Sungai
Malang,
20 Agustus 2026
– Dalam rangka mendukung program Sekolah Sahabat Sungai, SMA Laboratorium UM
bekerja sama dengan Jaring-Jaring Komunikasi Pemantauan Kualitas Air (JKPKA)
menyelenggarakan Pelatihan Pemantauan Kualitas Air Sungai bagi Siswa SMA
Laboratorium UM. Kegiatan ini diikuti oleh 56 siswa perwakilan kelas X dan XI,
didampingi oleh bapak dan ibu guru pembimbing JKPKA dari mata pelajaran IPA dan
Geografi, serta mahasiswa Program Pengenalan Lapangan (PPL) Universitas Negeri
Malang.
Kegiatan
dibuka secara resmi oleh Kepala SMA Laboratorium UM, Bapak Deddy Setiawan,
M.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengajak peserta untuk menyadari betapa
pentingnya air bagi kehidupan manusia. Melalui pertanyaan sederhana namun
mendalam, “Berapa lama manusia dapat bertahan hidup tanpa air?”, beliau
mengajak siswa merenungkan bahwa air merupakan kebutuhan dasar yang tidak
tergantikan. Oleh karena itu, menjaga kualitas air dan kelestarian sungai
merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai sejak usia sekolah.
Kepala
sekolah juga menegaskan bahwa siswa yang mengikuti pelatihan ini memiliki peran
strategis sebagai Duta Sungai dan Duta Lingkungan di kelas masing-masing.
Mereka diharapkan tidak hanya memahami pentingnya menjaga kualitas air sungai,
tetapi juga mampu menjadi teladan dalam membangun budaya peduli lingkungan di
sekolah.
“Saya
berharap peserta pelatihan hari ini dapat menjadi pelopor dan penggerak
kepedulian lingkungan di sekolah. Mulailah dari hal-hal sederhana, seperti
menjaga kebersihan kelas, mengurangi sampah, dan tidak membuang sampah sekecil
apa pun sembarangan. Jika kebiasaan baik ini dilakukan secara konsisten, maka akan
tumbuh budaya sekolah yang peduli terhadap lingkungan dan sungai sebagai sumber
kehidupan kita,” ujar Bapak Deddy Setiawan, M.Pd.
Setelah
acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi Pemantauan
Kualitas Air Sungai oleh Istri Setyowati, M.Pd., selaku Ketua JKPKA. Dalam sesi
tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pemantauan kualitas
air sungai sebagai salah satu upaya menjaga kelestarian lingkungan. Materi
yang disampaikan mencakup parameter pemantauan kualitas air yang meliputi
fisika, kimia, dan biologi, pengenalan alat-alat pemantauan, teknik pengambilan
data di lapangan, serta mekanisme pelaporan hasil pemantauan.
Dalam paparannya, Istri Setyowati menekankan bahwa kegiatan pemantauan
kualitas air tidak hanya bertujuan mengumpulkan data, tetapi juga membangun
kesadaran dan kepedulian peserta terhadap kondisi sungai di sekitar mereka.
“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang kualitas air
sungai secara teori, tetapi juga diajak untuk mengamati secara langsung kondisi
lingkungan, mengidentifikasi permasalahan yang ada, dan mengambil peran dalam
menjaga kelestarian sumber daya air. Harapannya, siswa mampu menjadi generasi
yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung.
Siswa aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta berlatih memahami berbagai
parameter yang digunakan dalam pemantauan kualitas air sungai. Kegiatan pada
tanggal 20 Agustus 2026 ditutup dengan pembentukan kelompok pemantauan dan
pembagian tugas pengamatan, sebagai persiapan untuk kegiatan lapangan yang akan
dilaksanakan pada tahap berikutnya.
Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini, pada 22 Agustus 2026 para peserta
akan melaksanakan Pemantauan Kualitas Air Sungai Tahap I di titik pantau yang
telah ditentukan. Kegiatan lapangan tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk
menerapkan secara langsung pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh
selama pelatihan, sekaligus memperkuat peran mereka sebagai Duta Sungai dan
Duta Lingkungan di SMA Laboratorium UM.
Melalui rangkaian kegiatan ini, SMA Laboratorium UM
bersama JKPKA terus berupaya menumbuhkan generasi muda yang peduli terhadap
lingkungan dan memiliki kesadaran untuk menjaga kualitas air sungai. Program
ini juga menjadi bagian dari langkah nyata sekolah dalam mewujudkan budaya Sekolah
Sahabat Sungai, yaitu sekolah yang aktif berperan dalam pelestarian sumber daya
air dan lingkungan hidup secara berkelanjutan.
