Dalam upaya memperkuat peran generasi muda dalam menjaga kelestarian sumber daya air, Jaring-jaring Komunikasi Pemantauan Kualitas Air (JKPKA) menyelenggarakan kegiatan Regenerasi Lanjutan JKPKA 2025 dengan mengusung tema “Air untuk Hari Ini dan Esok: Peran Strategis JKPKA dalam Konservasi dan Edukasi yang Berkelanjutan.” Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperkuat kapasitas dan kepedulian siswa dalam konservasi sumber daya air di berbagai wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) di Indonesia yang dikelola oleh Perum Jasa Titra I.

Kegiatan berlangsung di 6 wilayah, yaitu:
1.
DAS
Brantas Hulu, berlangsung pada 12 Juli 2025
2.
DAS
Jatrunseluna Semarang, pada 2–3 Agustus 2025
3.
Salatiga,
pada 4 Agustus 2025
4.
DAS
Bengawan Solo – Madiun, pada 23 Agustus 2025
5.
DAS
Brantas Hilir – Jombang, pada 13 September 2025
6. DAS Brantas Hilir – Surabaya, pada 3–4 Oktober 2025
Kegiatan pada setiap
wilayah melibatkan sekolah-sekolah dengan mengadirkan siswa dan guru pembimbingnya sebagai peserta serta pemateri yang kompeten di bidang konservasi
air dan pendidikan lingkungan. Peserta
mendapatkan pembekalan dari tiga narasumber utama, yaitu:
1.
“Peran
PJT I dalam Pengelolaan Sumber Daya Air”, disampaikan oleh Kepala Sub Divisi Komunikasi
Korporat dan Umum Perum Jasa Tirta I, Ibu Yulia Puspitaningroem. Materi ini
memberikan wawasan mengenai tugas, peran, dan strategi PJT dalam menjaga
keberlanjutan sumber daya air.
2.
“Penyegaran
Materi Pemantauan Kualitas Air”,
dipaparkan oleh Ketua JKPKA, Ibu Istri Setyowati. Pemateri menekankan
pentingnya keterampilan siswa bersam guru pembimbingnya dalam melakukan monitoring kualitas air
sederhana sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap konservasi.
3. “Teknik Penulisan Laporan Ilmiah dan Esai”, disampaikan oleh Iqbal Bilgrami. Materi ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam menyusun karya ilmiah, esai, serta laporan berbasis data yang baik dan sistematis.
Program regenerasi ini
dirancang untuk memperkuat dan memperluas Sekolah yang tergabung dalam JKPKA.
Dengan semakin banyaknya sekolah-sekolah
yang tergabung di JKPKA ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi
muda yang peduli, terampil, dan berpengetahuan dalam isu konservasi air. Para
peserta, baik guru dan siswa diajak tidak hanya memahami pentingnya
pengelolaan air, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai agen perubahan di
sekolah dan komunitas mereka masing-masing.
Ketua JKPKA, Istri
Setyowati, menyampaikan bahwa regenerasi ini merupakan investasi jangka panjang
dalam membangun gerakan pelajar peduli air yang kuat dan berkelanjutan.
“Kami berharap rangkaian kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat baru bagi
para siswa untuk terlibat aktif dalam
menjaga keberlanjutan sumber daya air demi masa depan,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya program
ini, JKPKA berharap semakin banyak warga sekolah yang terlibat aktif dalam gerakan konservasi
air sehingga keberlanjutan lingkungan utamaya sumber daya air dapat terus terjaga untuk hari ini dan masa
depan.
