Workshop JKPKA tahun 2024 kali ini mengambil tema “Integrasi Pembelajaran Multidisiplin untuk Pemantauan Kualitas Air: Mempersiapkan Generasi Penerus yang Peduli Sumber Daya Air dalam Implementasi Kurikulum Merdeka” , dengan tujuan antara lain untuk : 1) Menanamkan kepedulian dan tanggung jawab lingkungan sekolah melalui pembelajaran yang berfokus pada pentingnya menjaga kualitas air sebagai sumber kehidupan yang harus dilindungi, 2) Melatih guru pembimbing JKPKA dalam menyusun modul ajar untuk pemantaun kualiats air secara fisik, kimia, biologi dan geografi yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan Kurikulum Merdeka, yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, memiliki kepedulian sosial, serta mampu berkolaborasi dalam pemecahan masalah nyata terkait dengan sumber daya air.
Workshop dilaksanakan pada tangal 14 – 15 September 2024 bertempat BendunganWaduk Selorejo Jl. Selorejo, Baturejo, Kecamatan Ngantang. Workshop diikuti oleh 62 peserta berasal guru pembimbing bidang studi kimia, fisika, biologi dan geografi dari DAS Brantas Hulu, Tengah dan Hilir, DAS Bengawan Solo, DAS Toba Asahan dan Jatrun Seluna Semarang. Wokshop di buka oleh perwakilan Direktur Perum Jasa Tirta Bapak I Erwando Rachmadi, S.T.,M.Sc. selaku Vice President Perencanaan Teknologi Informasi dan Infrastruktur Sumber Daya Air.
Pada hari pertama kegiatan workshop fokus pada materi tentang sekilah JKPKA, Pemantauan metode pemantauan kualiatas air secara fisik, kimia, biologi dan geografi sebagai narasumber utama Istri Setyowari, M.Pd dari JKPKA dan Ferryati Masitoh, S.Si.M.Si dari dosen geografi UM serta Yuli Chasanah, M.Pd menyampaikan materi Pembuatan Modul Ajar sesuai Kurikulum Merdeka. Hasil dari kegiatan ini selain berupa modul ajar untuk pemantauan kualitas air secara fisika, kimia, biologi dan geografi yang masih perlu proses perbaikan karena terbatasnya waktu untuk penyusunan. Meskipun demikian dari mudul ajar yang disusun sudah bisa dipraktikan untuk pemantauan kualita air sungai Konto yang dekat dengan lokasi wokshop. Parktik pemantauan dilakukan pada hari kedua, seluruh peserta melakukan pemantauan di titik sungai Konto untuk menerapkan metode Water Inkuiri dengan tahapan Gruping, Observation, Analysis, Discus dan Communication (GOADC.)
Tahap Gruping, Peserta dibagi dalam tiga kelompok untuk melakukan pengamatan di tiga titik pantau yaitu dibagian atas, tengah dan bawah. Tahap Observation meliputi indikator fisika meliputi warna, bau,suhu, kekeruhan, dan kecepatan air. Observasi kimia menggunakan paper test uji kualitas air 15 in 1 yang dapat digunakan untuk mengukur indikator pH air, tingkat kesadahan, kandungan ion nitrat, ion nitrit dan ion-ion logam lainnya. Observasi biologi menggunakan bioasessemen, sedangkan observasi geografi yang diamati antara lain penggunaan lahan sekitar sungai, jenis batu-batuan dan pola aliran sungainya.
Tahap selanjutnya Analisis dan Discuss dilakukan bersamaan. Data yang diperoleh dari hasil observasi di analisis dan di diskusikan dalam kelompok untuk mendapatkan informasi mengenai kualitas air sungai Konto baik dari indikator fisika, kimia, biologi dan geografinya. Pada tahap Communication masing-masing kelompok memprentasikan hasil analisis datanya.
Dari pengukuran indikator fisik dari ketiga kelompok untuk kecepatan air rata-rata 0,73 m/dt, kekeruhan airnya rata-rata 45,5 cm kategori cukup keruh, suhu rata-rata 21,5 oC. Pengukuran indikator kimia ketiga kelompok rata-rata pH 6 termasuk asam, tingkat kesadahan airnya 133 mg/L, nilia ini masih dibawah ambang batas yang diperbolehkan yaitu 500 mg/L, kandungan ion nitrat 15 mg/L sudah melebihi ambang batas baku mutu air, dimana menurut PP No. 22 Tahun 2021 standar baku mutu nitrat < 10 mg/L. Sumber nitrat ini bisa berasal dari resapan penggunaan pupuk oleh warga pada lahan pertanian sekitar bantaran sungai, atau peruraian sampah kotoran hewan dari aliran air bagian atas (Pujon) daerah peternakan sapi. Untuk kandungan ion karbonat 24 mg/L .besi 3 mg/L bromin 2,3 mg/L dan total alkaline 53 mg/L. Jika dilihat dari indikator kimia air sungai Konto kualitas airnya dalam kategiri cukup tercemar.
Dari pengukuran indikator bioassesmen hewan –hewan makroinvertebrata yang diperoleh antara lain cacing bersegmen, limpfa capung biasa, kepinting, siput berpintu, anggang-anggang, lintah, larva ulat, jentik nyamuk. Setelah dihitung menggukan IKA dari ketiga kelompok diperoleh rata-rata skor 4,8. Berdasarkan indikator bioassesemen maka kualitas air sungai Konto tergolong kotor.
Untuk indikator geografi dilihat dari kuntinuitas aliran sungai tergolong sungai parental, dari pola alirannya tergolong sungai sentripetal. Pengunaan lahan di sekitar sungai sebagai lahan holtikultural sehingga akar tanaman tidak bisa menahan laju air, banyak ditemukan batuan adesit dibagian tengah.
